Lazada Indonesia

Articles

On The Menu: Eat Local (Tiger Tales Mandala)

Di Ubud yang peka lingkungan dan gaya hidup sehat, beberapa resto bersikeras menyuguhi sajian dengan pasokan bahan-bahan lokal dan mengurangi impor. Bayu Amus menyelami fenomena kuliner Locavore.

Menyusuri undakan pematang sawah selama 15 menit sungguh pengalaman yang unik untuk sekedar makan siang. Warung Bodag Maliah terletak di tengah perkebunan Sari Organik yang mengusung tema Locavore (mengonsumsi makanan yang tumbuh, dibudidayakan, atau diproduksi secara lokal). Bercita-cita ingin membuat suatu sistem pertanian dan perkebunan yang seimbang, alami, dengan sedikit ketergantungan terhadap produk dari luar, Sari Organik aktif menjalin kemitraan dengan petani sekitar.

Warung Bodag Maliah dibangun untuk memperkenalkan makanan yang diolah dari hasil panen mereka. Nama warung yang berarti “wadah dengan isi berlimpah” ini kemudian menjadi ujung tombak Sari Organik dalam mengenalkan kelezatan masakan organik. Untuk nasinya, Bodag Maliah menggunakan campuran jenis Jatiluwih atau Limboto (merah), dan Ijo Gading (putih).

Jika sayur bukan masalah bagi Bodag Maliah, lain halnya dengan restoran Plantation di Alila Ubud.

Berdiri sejak tiga tahun lalu, Plantation sedari awal membulatkan tekad mengusung tema Locavore. “Bahan lokal unggul dalam hal kesegaran. Walaupun banyak produk impor yang bagus, namun karena jarak yang jauh, mereka biasanya dikirim beku, disimpan lama, hingga jadi tidak segar lagi.” chef Eelke menjelaskan.

Mengatasi hal ini, ia dan sous chef Ray Adriansyah memilih untuk membeli hewan utuh dari peternak lokal, lalu mengolahnya menjadi aneka produk charcuterie: salami, ham, dan head cheese. Tidak ada bagian terbuang.

Untuk sayurnya, Plantation mencari bahan berkualitas internasional ke petani setempat. Butuh sekitar dua tahun untuk menemukan pemasok yang pas dan kini mereka berhasil menggunakan 95% bahan lokal.

Chef Eelke pun makin leluasa berkreasi. Ia menciptakan kreasi liver parfait dari ayam kampung, juga tujuh macam sorbet bercita rasa lokal: vanilla, jeruk nipis dan serai, markisa, kopi, kemangi, coklat, dan karamel susu kental manis. 

Sementara itu, chef Lambon dari Warung Pulau Kelapa memilih untuk fokus hanya pada hidangan Nusantara.

Warung Pulau Kelapa menanam sendiri sayuran organiknya, termasuk yang unik seperti kecombrang, daun kencur, daun kunyit, dan bunga turi. Pengunjung pun diperbolehkan memetik sendiri sayuran yang diinginkan.

Kesegaran bahan-bahan yang Warung Pulau Kelapa tawarkan membuat tak kurang dari pakar kuliner Indonesia William Wongso dan Bondan Winarno, menjadikan warung chef Lambon ini sebagai salah satu tempat makan favoritnya di Ubud. 

FIND IT:

ALILA UBUD’S PLANTATION
Desa Melinggih Kelod, Payangan, Gianyar, T: 0361 975 963, W: alilahotels.com/ubud

SARI ORGANIK’S BODAG MALIAH
Subak Sok Wayah Ubud, T: 0361 780 1839, W: sariorganik.com

WARUNG PULAU KELAPA
Jl. Raya Sanggingan, Lungsiakan, Ubud, T: 0361 821 5502 W: pulaukelapa.webs.com

(byms)

Baca artikelnya online di "Tiger Tales Mandala" edisi Juli - September 2013 di sini: http://www.ink-live.com/emagazines/tiger-tales-mandala/1416/july-2013/#1

What's next?