Lazada Indonesia

Latest Events in Bali

Go Local: Restoran, rempah, dan kuliner tradisi Indonesia di Ubud Food Festival 2016

Ubud, Indonesia –

Ubud Food Festival (UFF) di tahun 2015 lalu berhasil membawa 6,500 pecinta kuliner dari Indonesia dan negara-negara lainnya untuk berkumpul merayakan kemeriahan dan kekayaan kuliner Indonesia. Dan di bulan Februari ini, tim penyelenggara dengan bangga mengumumkan kembalinya Ubud Food Festival pada 27 – 29 Mei 2016

Dengan mengusung lezatnya kuliner di seluruh Nusantara Indonesia, Ubud Food Festival akan berlangsung selama tiga hari dan diisi oleh program-program seperti demo memasak, workshops dan masterclass, event spesial yang diadakan di beberapa institusi kuliner Ubud, forum kuliner, dan masih banyak lagi.

“Satu hal yang kami pelajari di Ubud Food Festival tahun lalu adalah rasa lapar akan pengetahuan kuliner itu nyata,” ujar Founder & Director UFF, Janet DeNeefe. “Antusiasme dari komunitas kuliner lokal maupun internasional yang membanjiri UFF 2015, membuat kami tanpa ragu membawa kembali UFF untuk tahun keduanya.”

Susunan program dan daftar pembicara yang akan meramaikan UFF 2016 ini baru akan dirilis pada bulan April, bersamaan dengan dimulainya penjualan tiket. Namun DeNeefe memberikan sedikit gambaran tentang tema UFF 2016.

“Program UFF tahun ini akan berpusat pada konsep ‘go local’,” DeNeefe menjelaskan. “Kami akan menampilkan produsen lokal yang selama ini bekerja sama dengan restoran-restoran terbaik di Ubud, atau memberikan tantangan bagi chef internasional dalam berkreasi dengan tempe atau kunyit. UFF 2016 adalah tentang merayakan kekayaan yang dimiliki Indonesia.”

UFF 2016 juga akan membuka jendela tradisi Indonesia dan menyelami aspek tradisi kuliner Indonesia, dari mempelajari jenis makanan seorang pendeta di Bali hingga mengunjungi ‘Tofu Grannies’ yang selama beberapa generasi telah memproduksi tahu di Ubud.

Festival ini juga akan meneruskan misinya dalam mengumpulkan juru masakjuru masak dari seluruh nusantara dalam satu pentas, mulai dari chef muda yang sedang membumbui kancah kuliner Indonesia yang terus berkembang atau ‘ibu-ibu’ penjual makanan di pasar.

Melihat suksesnya acara Rendang Cook-Off antara Indonesia dan Malaysia di UFF tahun lalu, tahun ini pun acara sejenis akan kembali hadir, mempertemukan dua chef yang akan bertarung dalam menyajikan kreasi masakan terbaik mereka.

“Makanan Indonesia sangatlah beragam; bahkan jenis makanan yang paling dikenal seperti nasi goreng memiliki keunikan tersendiri di setiap daerah di Indonesia. Kami juga sekarang melihat modernisasi kuliner Indonesia sejak mulai dikenal di luar negeri dan banyak bermunculannya variasi makanan Indonesia dengan sentuhan internasional,” ujar DeNeefe.

“UFF memiliki tujuan untuk memperkaya pengertian tentang perjalanan kuliner Indonesia, mengeksplorasi sosial, budaya, dan sejarah yang menjadi latar belakang dari makna kuliner itu sendiri. Bagaimana kami memodernkan kuliner Indonesia sekaligus tetap menjaga akar budayanya? Itulah tema sesungguhnya dari UFF tahun ini.”